Saya punya sahabat bernama Sukarto Buyung (SB). Pembaca mungkin kurang mengenal dia. Namun ibu-ibu rumahtangga pasti mengenal beras produksi PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), perusahaan yang mayoritas sahamnya dipegang keluarga Sukarto Buyung.
Apa yang unik dari seorang Sukarto Buyung?
Dia adalah investor saham yang setelah puluhan tahun menjadi investor saham akhirnya memutuskan untuk menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan publik, sehingga sahamnya bisa dimiliki masyarakat luas.
Hal lain yang menarik, Sukarto tidak suka membeli saham blue chip (saham perusahaan besar dan unggulan). Portofolio sahamnya terdiri atas saham perusahaan kecil hingga menengah. Saya ingin menikmati keuntungan besar dari investasi saham, kata Sukarto.
Dia mematok target keuntungan 200% hingga 300%. Saham blue chip biasanya sulit untuk memberikan keuntungan besar, alasan Sukarto.
Salah satu saham yang pernah memberi keuntungan besar bagi Sukarto adalah PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI). Ia membeli saham ini 2007 saat harganya di bawah Rp 200, dan menjualnya enam tahun kemudian di harga Rp 1.700. Dus, ia untung Rp 37 miliar.
Alkisah, ayah Sukarto, Bujung, mulai berdagang beras pada 1977 di Palembang dengan nama Toko Buyung. Sukarto muda ikut membantu usaha keluarganya dan sejak 2003 mulai berdagang beras di Jakarta.
Wednesday, December 19, 2018
Friday, December 14, 2018
Prajogo Pangestu Jual 800juta saham senilai 1,37 Triliun
PT Barito Pasific Tbk (BRPT) dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (12/12), menginformasikan, Prajogo Pangestu selaku Komisaris Utama perseroan melepas saham ke publik. Tujuannya, disebutkan untuk menambah saham free float di bursa.
Menurut Direktur BRPT, Andry Setiawan transaksi dilakukan pada 4 Desember 2018 dengan melepas sebanyak 800 juta lembar juta saham atau setara dengan 4,497% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan.
Adapun harga penjualan Rp 1.720 per saham.
Dengan demikian, Prajogo Pangestu akan mengantongi dana sebesar Rp 1,37 triliun dari penjualan ini.
Asal tahu saja, sebelum transaksi kepemilikan saham Prajogo 13,82 miliar lembar saham atau setara 77,69% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan dan setelah transaksi mengalami perubahan 73,190% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan.
Dari laporan kepemilikan saham perusahaan, hanya Prajogo yang memiliki kepemilikan saham di atas 5%. Sedangkan kepemilikan saham publik sekitar 22,3%.
Menurut Direktur BRPT, Andry Setiawan transaksi dilakukan pada 4 Desember 2018 dengan melepas sebanyak 800 juta lembar juta saham atau setara dengan 4,497% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan.
Adapun harga penjualan Rp 1.720 per saham.
Dengan demikian, Prajogo Pangestu akan mengantongi dana sebesar Rp 1,37 triliun dari penjualan ini.
Asal tahu saja, sebelum transaksi kepemilikan saham Prajogo 13,82 miliar lembar saham atau setara 77,69% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan dan setelah transaksi mengalami perubahan 73,190% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan.
Dari laporan kepemilikan saham perusahaan, hanya Prajogo yang memiliki kepemilikan saham di atas 5%. Sedangkan kepemilikan saham publik sekitar 22,3%.
Cara Anthoni Salim Borong Saham Asing dalam 3 Hari
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) kembali membeli saham China Minzhong Food Corporation Limited (CMFC).
Indofood telah menaikkan kepemilikan saham di Minzhong menjadi 33,49% atau sebanyak 219,5 juta lembar saham. Minzhong Food merupakan perusahaan pengolahan sayuran terintegrasi asal China yang terdaftar di Bursa Efek Singapura.
Bisnis Minzhong mencakup budidaya, pengolahan, sampai penjualan. Produknya antara lain sayuran olahan dan sayuran segar. Produk tersebut dipasarkan untuk domestik dan ekspor.
Di balik akuisisi tersebut ternyata ada cerita menarik dari sang miliuner pemilik Indofood, Anthoni Salim.
Seperti dilansir dari Forbes, Senin (16/9/2013), sebuah 'permainan' memukau dan alot terjadi di Bursa Efek Singapura di bulan lalu. Taruhan harga tinggi sampai ping-pong dimainkan dan ternyata ada kejutan dimana pemenangnya adalah orang terkaya keempat di Indonesia, Anthoni Salim.
Sedikit flashback, pada pertengahan Agustus lalu, perusahaan yang berbasis di California yakni Glaucus Research baru saja menjadi 'pemenang' setelah laporannya membuat perusahaan yang berbasis di Hong Kong, China Metal Recycling 'jeblok'.
Perusahaan tersebut siap kembali 'berperang' dengan mengeluarkan laporan mengerikannya. Kali ini Glaucus mengincar Minzhong Food.
Indofood telah menaikkan kepemilikan saham di Minzhong menjadi 33,49% atau sebanyak 219,5 juta lembar saham. Minzhong Food merupakan perusahaan pengolahan sayuran terintegrasi asal China yang terdaftar di Bursa Efek Singapura.
Bisnis Minzhong mencakup budidaya, pengolahan, sampai penjualan. Produknya antara lain sayuran olahan dan sayuran segar. Produk tersebut dipasarkan untuk domestik dan ekspor.
Di balik akuisisi tersebut ternyata ada cerita menarik dari sang miliuner pemilik Indofood, Anthoni Salim.
Seperti dilansir dari Forbes, Senin (16/9/2013), sebuah 'permainan' memukau dan alot terjadi di Bursa Efek Singapura di bulan lalu. Taruhan harga tinggi sampai ping-pong dimainkan dan ternyata ada kejutan dimana pemenangnya adalah orang terkaya keempat di Indonesia, Anthoni Salim.
Sedikit flashback, pada pertengahan Agustus lalu, perusahaan yang berbasis di California yakni Glaucus Research baru saja menjadi 'pemenang' setelah laporannya membuat perusahaan yang berbasis di Hong Kong, China Metal Recycling 'jeblok'.
Perusahaan tersebut siap kembali 'berperang' dengan mengeluarkan laporan mengerikannya. Kali ini Glaucus mengincar Minzhong Food.
Tuesday, December 11, 2018
Report : Jual Beli Saham Bulan November 2018
Berikut adalah Hasil Jual Beli Saham Bulan November 2018
Total 17 Transaksi Jual Beli
Total Kerugian : Rp.139.215
Total Keuntungan : Rp.3,892,016
Total 17 Transaksi Jual Beli
Total Kerugian : Rp.139.215
Total Keuntungan : Rp.3,892,016
Report : Jual Beli Saham Bulan Oktober 2018
Berikut adalah Hasil Jual Beli Saham Bulan Oktober 2018
Total 17 Transaksi Jual Beli
Total Kerugian : Rp.0
Total Keuntungan : Rp.1,882,381
Total 17 Transaksi Jual Beli
Total Kerugian : Rp.0
Total Keuntungan : Rp.1,882,381
Report : Jual Beli Saham Bulan September 2018
Berikut adalah Hasil Jual Beli Saham Bulan September 2018
Total 12 Transaksi Jual Beli
Total Kerugian : Rp.13.747
Total Keuntungan : Rp.1,038,573
Total Kerugian : Rp.13.747
Total Keuntungan : Rp.1,038,573
Subscribe to:
Comments (Atom)


